Blog's raisya sri nurlilah

PAKAIAN ADAT ACEH

Pakaian Adat Aceh dan Penjelasannya

Indonesia terdiri dari 34 Provinsi dengan kebiasaan, bahasa dan adat istiadat yang berbeda. Salah satu bentuk fisik kedaerahan adalah pakaian adat. Seperti daerah lain di Indonesia, Aceh juga memiliki pakaian adat. Pakaian adat di Indonesia umumnya memiliki filosofi atau cerita dibalik setiap bagian pakaiannya. Begitu juga dengan pakaian adat Aceh. Pakaian adatnya memiliki nilai dan filosofi yang cukup dalam. Berikut penjelasanya.

Pakaian Adat Aceh untuk Laki-laki

Setiap pakaian daerah memang umumnya dibuat macam yaitu untuk laki-laki dan wanita. Model keduanya tentu berbeda.

Warna

Warna pakaian adat Aceh untuk kaum pria adalah hitam. Warna hitam menggambarkan kebesaran. Saat seorang warga Aceh menggunakan pakaian adat berwarna hitam tersebut, maka orang tersebut dianggap sedang menggunakan pakaian kebesaran. Berbeda sekali dengan di daerah atau negara lain. Warna hitam digunakan dalam suasana berkabung.
Dalam acara-acara khusus seperti acara adat atau perkawinan, setiap laki-laki Aceh harus menggunakan pakaian dengan warna hitam baik baju atau celana. Tidak boleh menggunakan pakaian dengan warna yang lain. Namun untuk acara-acara biasa tentu boleh menggunakan pakaian sesuai selera.
plus.google.com/112257764118430469151/posts
plus.google.com/112257764118430469151/posts

Bagian-bagian Pakaian Adat untuk Laki-laki

Pakaian Adat Aceh untuk laiki-laki terdiri dari beberapa bagian dan aksesoris tambahan. Paling tidak pakaian adat Aceh untuk laki-laki terdiri dari lima bagian yaitu:
  1. Baju
Dalam Bahasa Aceh baju disebut bajee. Bajee untuk pria harus berwarna hitam, lengan panjang dan kerahnya seperti kerah Cina.  Di bagian kerahnya  yang memiliki sulaman berwarna emas.
  1. Celana
Dalam Bahasa Aceh celana disebut siluweu atau luweu.  Sileuweu berwarna hitam dan terbuat dari katun.
  1. Kopiah
Karena kental dengan nilai-nilai Islam, dalam pakaian adat Aceh terdapat kopiah. Kopiah adat dikenal dengan nama kupiah meukeutop. Kopiah ini berbeda dengan kopiah biasa. Warnanya bermacam-macam dan bentuknya lonjong ke ke atas.
  1. Kain Sarung
Orang Aceh mengenalnya dengan sebutan ija krong. Ija krong dililitkan ke pinggang sebatas kira 10 cm di atas lutut. Ija krong atau ija sangket yang digunakan tentu  berbeda dengan sarung pada umumnya.
  1. Rencong
Rencong adalah senjata tajam khas Aceh. Senjata ini digunakan untuk melawan Belanda di masa lalu. Rencong diselipkan ke pinggang bagian depan laki-laki. Kepala rencong harus menonjol keluar. Makanya  disebut juga rencong meupucok, atau rencong yang ada kepalanya.

Pakaian Adat Aceh untuk Perempuan

Warna

Warna pakaian adat Aceh untuk perempuan berbeda dengan laki-laki. Untuk perempuan warna yang digunakan lebih cerah seperti merah, hijau, kuning atau lainnya. Namun warna celana yang digunakan tetap berwarna hitam. Di zaman sekarang, sudah banyak terjadi modifikasi sehingga warna celana kadang bukan lagi hitam.

Bagian-bagian Pakaian Adat Aceh untuk Perempuan

Bagian pakaian adat Aceh untuk perempuan adalah sebagai berikut:
  1. Baju (bajeee)
Seperti dijelaskan sebelumnya, baju yang digunakan oleh perempuan Aceh berwarna merah, hijau atau kuning. Namun yang paling sering digunakan berwarna merah. Bajunya berbentuk baju kurung berlengan panjang.
  1. Celana (sileuweu)
Celana yang digunakan sama seperti pria, berwarna hitam. Namun banyak karena sudah terjadi modifikasi pada model, warna celana pada pakaian adat Aceh untuk perempuan bukan hanya hitam.
  1. Sarung (ija krong)
Pemakaian sarung pada perempuan berbeda dengan pada pria. Jika sarung pada pria dililitkan sekitar 10cm di atas lutut, maka para wanita harus diturunkan ke bawah lutut. Jenis ija sangket pada pria dan perempuan umumnya sama.
  1. Perhiasan
Perhiasan dan pernak-pernik yang digunakan para perempuan dalam pakaian adatnya cukup banyak. Bahkan bisa dibilang dari ujung kepala hingga ujung kaki. Perhiasan yang digunakan antara lain tusuk sanggul, mahkota atau dikenal dengan patham dhoi, anting, gelang, kalung dan berbagai macam pernak-pernik lain khas Aceh.  Biasanya yang paling menonjol adalah mahkota di bagiann kepala yang cukup besar dan tinggi beserta kalung yang ukurannya besar-besar dan terbuat dari emas asli atau imitasi.
Itulah penjelasan mengenai pakaian adat Aceh. Pakaian adat Aceh seperti ini akan sering kita jumpai di acara pernikahan masyarakat Aceh.
Home » 1. Sumatera » Pakaian Adat » Pakaian Adat Aceh, Nama, Gambar, dan Penjelasannya Pakaian Adat Aceh, Nama, Gambar, dan Penjelasannya Administrator Add Comment 1. Sumatera, Pakaian Adat Selasa, 31 Mei 2016 Pakaian Adat Aceh - Nangroe Aceh Darussalam (NAD) adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di ujung barat pulau Sumatera. Provinsi ini mendapat julukan serambi mekah karena adat kebudayaannya yang sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Islam dari jazirah Arab. Salah satu budaya dalam adat Nangroe Aceh Darussalam yang bernafaskan budaya Islam misalnya dapat kita temukan pada gaya berpakaiannya. Pakaian adat Aceh baik untuk pria maupun wanitanya merupakan akulturasi budaya melayu dan budaya Islam sehingga sangat unik dan sayang untuk dilewatkan. Berikut, tim penulis Blog Adat Tradisional akan mengulas pakaian adat dari tanah kelahiran pahlawan nasional Cut Nyak Dien ini. Pakaian Adat Aceh Pakaian adat Aceh untuk pria disebut Linto Baro, sementara yang untuk wanita disebut Daro Baro. Kedua pakaian tersebut memiliki ciri khas pada setiap bagian-bagiannya. Anda bisa melihat karakteristik dari bagian-bagian pakaian adat Aceh tersebut pada gambar di bawah ini. Pakaian Adat Aceh Pakaian Adat Aceh untuk Pengantin Laki-laki Linto Baro dahulunya merupakan pakaian adat yang dikenakan oleh pria dewasa saat menghadiri upacara adat atau upacara kepemerintahan. Pakaian ini diperkirakan mulai ada sejak zaman kerajaan Perlak dan Samudra Pasai. Baju Linto Baro sendiri terdiri atas baju atasan yang disebut baju Meukasah, celana panjang yang disebut siluweu, kain sarung bernama ijo krong, sebilah siwah atau rencong yang menjadi senjata tradisional khas Aceh, serta tutup kepala bernama Meukeutop. 1. Baju Meukeusah Baju meukeusah adalah baju yang terbuat dari tenunan kain sutra yang biasanya memiliki warna dasar hitam. Warna hitam dalam kepercayaan adat Aceh disebut sebagai perlambang kebesaran. Oleh karena itulah tak jarang baju Meukeusah ini dianggap sebagai baju kebesaran adat Aceh. Pada baju meukeusah kita dapat menemukan sulaman benang emas yang mirip seperti kerah baju China. Kerah dengan bentuk tersebut diperkirakan karena adanya asimilasi budaya aceh dengan budaya China yang dibawa oleh para pelaut dan pedagang China di masa silam. 2. Celana Sileuweu Sama seperti baju, celana panjang yang dikenakan pada pakaian adat Aceh untuk laki-laki juga berwarna hitam. Akan tetapi, celana atau dalam Bahasa Aceh disebt Sileuweu ini dibuat dari bahan kain katun. Beberapa sumber menyebut nama celana ini adalah Celana Cekak Musang. Celana khas dari adat Melayu. Sebagai penambah kewibawaan, celana cekak musang dilengkapi dengan penggunaan sarung dari kain songket berbahan sutra. Kain sarung yang bernama Ija Lamgugap, Ija krong, atau ija sangket tersebut diikatkan ke pinggang dengan panjang sebatas lutut atau 10 cm di atas lutut. 3. Tutup Kepala Pengaruh budaya Islam dalam adat Aceh juga terasa dengan adanya kopiah sebagai penutup kepala pelengkap pakaian adat Aceh. Kopiah ini bernama Meukeutop. Meukotop adalah kopiah lonjong ke atas yang dilengkapi dengan lilitan Tangkulok, sebuah lilitan dari tenunan sutra berhias bintang persegi 8 dari bahan emas atau kuningan. Anda bisa melihat bagaimana bentuk Meukotop pada gambar di bawah ini. Pakaian Adat Aceh 4. Senjata Tradisional Sama seperti kebanyakan pakaian adat dari provinsi lainnya, pakaian adat Aceh juga dilengkapi dengan penggunaann senjata tradisional sebagai pelengkap. Senjata tradisional Aceh atau Rencong umumnya diselipkan pada lipatan sarung di bagian pinggang dengan bagian gagang atau kepala menonjol keluar. Pakaian Adat Aceh untuk Pengantin Perempuan Pakaian adat Aceh untuk perempuan atau pakaian Daro Baro umumnya memiliki warna yang lebih cerah dibandingkan pakaian Linto Baro. Beberapa warna yang biasa digunakan adalah warna merah, kuning, hijau, atau ungu. Adapun untuk desainnya sendiri, pakaian ini terbilang sangat Islami dan tertutup. Berikut ini adalah bagian-bagian dari pakaian adat Aceh Daro Baro tersebut.

Sumber: http://adat-tradisional.blogspot.com/2016/05/pakaian-adat-aceh-nama-gambar-dan.html
Disalin dari Blog Adat Tradisional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar